Karimun, Kepri.lintaskasus.site – Rabu, 16 September 2026
Aktivitas bongkar muat barang sembako di sebuah pelabuhan yang diduga sebagai pelabuhan tikus di Karimun, Kepulauan Riau, menjadi sorotan.
Pelabuhan tersebut dari luar terlihat seperti gudang ikan milik nelayan. Namun berdasarkan pantauan tim investigasi di lapangan, di dalamnya terdapat aktivitas operasional bongkar muat kapal bermuatan sembako dari Batam menuju Karimun.
Barang-barang yang dibongkar berupa beras, minyak goreng, dan sembako lainnya. Barang tersebut kemudian dilangsir menggunakan lori menuju gudang-gudang besar yang ada di sekitar Karimun
Operasional tersebut diduga tidak dilengkapi dengan dokumen manifes kepabeanan yang sah. Bahkan diduga ada oknum yang membekingi operasional pelabuhan tikus tersebut.
Saat dikonfirmasi tim investigasi media, Pak Acin yang disebut sebagai pengawas pelabuhan membenarkan adanya operasional pembongkaran kapal ke lori yang kemudian dibawa ke gudang besar.
Tim juga berhasil melakukan konfirmasi kepada Pak Sandi yang diduga sebagai humas di pelabuhan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, keduanya belum dapat menjelaskan secara rinci terkait legalitas dokumen dan izin operasional pelabuhan tersebut.
Muncul pertanyaan di tengah masyarakat, ada apa dengan pengawasan di Karimun? Mengapa operasional pelabuhan tikus yang terlihat jelas bongkar muatan sembako ini terkesan dibiarkan? Siapakah oknum pembeking di balik operasional tersebut? Apakah petugas terkait hanya tutup mata melihat operasional ini berlangsung?
Masyarakat berharap aparat penegak hukum, Bea Cukai, dan instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan penindakan tegas jika terbukti ada pelanggaran kepabeanan dan penyelundupan.
*Kaperwil Kepri : Muhamad Buhari*
*WA : 08136743508*












